Silampukau - Sambat Omah
Waktu memang jahanam,
kota kelewat kejam,
dan pekerjaan
menyita harapan.
Hari-hari berulang,
diriku kian hilang,
himpitan hutang,
tagihan awal bulan.
O, demi tuhan
atau demi setan
sumpah aku ingin
rumah untuk pulang
Tujuh tahun yang lalu
impian membawaku
ke Surabaya
berharap jadi kaya.
(hanya bermodal baju dan seratus ribu, nasib ini kuadu)
Tujuh tahun berlalu,
impianku tersapu
di Surabaya
gagal jadi kaya.
(kota menghisap habis, tubuh makin tipis, dompetku kembang-kempis)
Oh..., demi tuhan
atau demi setan
sumpah aku ingin
rumah untuk pulang
Rindu menciptakan
kampung halaman
tanpa alasan.
Burung pulang ke sarang,
ketam diam di liang,
dan di lautan ikan-ikan berenang.
Oh..., demi tuhan
atau demi setan
sumpah aku ingin
rumah untuk pulang
Uang bawa 'tualang sesat di jalan, menjauhi pulang.